Suatu malam, seorang tetangga memberi satu perumpamaan yang sudah sering aku dengar, tapi baru berkesempatan untuk merenunginya. Katanya,

“Bagaimana caranya memasukkan gajah ke dalam kulkas?”

Jawabannya:

“Buka pintunya, masukkan gajah, tutup pintu lagi deh”

Gajah, dalam bayangan kita tentunya adalah sesuatu yang sangat besar, sedangkan kulkas dalam bayangan kita mungkin adalah kulkas yang ada di rumah kita selama ini. Terkadang, bagi kita, saat hendak melakukan dan memikirkan sesuatu, segalanya ribet dan rumit, lebih besar dari kita, dan lebih lebih lainnya. Karena saking pusingnya, belum apa-apa, kita sudah menyerah duluan.

Padahal, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah sesederhana membuka pintu terlebih dahulu. Ukuran gajah dan ukuran kulkas mungkin tidak seperti dalam benak kita, belum lagi jika kita berkesempatan membaca berbagai cara memasukkan gajah ke dalam kulkas yang disajikan secara menarik di situs sini*) , semakin menyadari kita bahwa banyak sekali cara dan jawaban yang bisa kita jadikan alternatif.

Dalam hubungannya dengan homeschool, terkadang dalam memandang homeschool pun awalnya kita akan membayangkan seperti gajah yang akan dimasukkan ke dalam kulkas. Tapi bukan hanya itu, walaupun pada akhirnya kita bisa “berdamai” dengan pemikiran-pemikiran menjlimet kita, dan mulai bisa “membuka pintu” dan memasukkan “gajah” tersebut, para praktisi homeschooler masih harus berhadapan dengan orang-orang disekitar mereka yang punya komentar betapa sulitnya “memasukkan gajah ke dalam kulkas”.

Jadi, biasanya, saat baru memulai homeschool, salah satu pertanyaan paling diajukan adalah “bagaimana menghadapi orang terdekat dan orang sekitar yang seringkali “menyerang” atau setidaknya mempertanyakan ide homeschool kita?”

Tentunya “menggiurkan” sekali bagi kita yang tengah semangat homeschool untuk mendiskusikan “cara terbaik memasukkan gajah ke dalam kulkas”. Tapi sebenarnya, mungkin saja ini hal yang repot dilakukan, terutama sekali jika ternyata saat berdiskusi kita tidak dalam pijakan yang sama, misalnya saja, dalam membayangkan ukuran gajah dan ukuran kulkas itu sendiri.

Satu hal penting, ternyata kita memang sebaiknya tidak perlu membicarakan bagaimana “memasukkan gajah kita ke dalam kulkas kita”, tapi justru dalam menjawab, kita perlu melihat “gajah” dan “kulkas” orang dihadapan kita, dan mencoba membantu mereka membuka pintu kulkas mereka. bukan kita. Permasalahannya lagi, buat apa kita selalu “repot-repot” membantu orang lain “membuka pintu” kulkas mereka, terutama jika niat mereka justru mempertanyakan “gajah” dan “kulkas” kita.

Untuk mempermudah, saya membaginya seperti ini:

1. yang kontra HS

bagi yang memberi komentar karena kontra dengan HS, menurut saya sebisa mungkin kita bisa melihatnya tidak sebagai komentar yang offensif (menyerang), sehingga kita bisa merasa
tidak punya kewajiban untuk defensif (membela diri). Dengan menganggap omongan mereka sebagai masukan, biasanya pada akhirnya kita bisa melihat sudut pandang mereka, dan ikutan manggut-manggut. Saya pikir, kalau dari awal mereka sudah berkomentar dan punya kesimpulan sendiri terhadap HS (ukuran gajah dan ukuran kulkas versi mereka), biasanya mereka tidak butuh pemikiran saya tentang HS itu sendiri. (saya tidak perlu memberikan pandangan “membuka pintu” tersebut)

Jawaban standar: “iya, biasanya memang itu yang selalu jadi keraguan orang untuk HS”

2. yang pro-HS

orang yang pro-HS, tapi tidak ber-HS, ketika mengetahui kita berniat untuk HS, terkadang mereka merasa perlu untuk defensif, memberi alasan-alasan mereka kenapa tidak ber-HS, dan biasanya supaya pilihan untuk tetap mengirim anak ke sekolah terlihat sebagai hal yang paling tepat dilakukan, tentu saja perlu sedikit memberikan “komentar” tentang HS. Maka, saya pikir, mereka juga tidak butuh pemikiran saya tentang HS itu sendiri. (saya tidak perlu memberikan pandangan, membantu “membuka pintu”)

Jawaban standar: kurang lebih sama dengan diatas.

Paling mudah, memang berdiskusi pada orang yang secara terbuka memang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai homeschool, dan secara terbuka, mencoba melihat “ukuran gajah” dan “ukuran kulkas” dari perspektif berbeda. dalam hal ini, kesempatan membantu “membuka pintu” supaya setidaknya faham (tidak perlu ikutan HS juga tidak apa :-D), tentunya lebih terbuka.

Lalu, jika orang-orang tersebut tidak “terbuka”, bagaimana menghadapinya?

kalau tips terbaik dari saya adalah dengan “bergerilya”. tidak dihadapi secara langsung.

Terkadang, yang perlu kita lakukan adalah sesederhana membuka pintu kita sendiri. Lalu biarkan orang lain melihat bagaimana kita “memasukkan gajah” kita ke dalam kulkas.

*) situs yang dimaksud: http://www.funnydot.com/jokes/How-To-Put-An-Elephant-Into-A-Refrigerator.html

About these ads